Rabu, 11 Januari 2012

Maulid Telah Tiba "Mari Bersholawat"


Menurut kepala Ponpes Al Fithrah, Ust H Ahmad Rosyid menghias Masjid selama bulan maulid merupakan kebiasaan Hadratusy Syaikh Romo KH. Ahmad Asrory Al Ishaqy RA semasa beliau hidup “demikian itu dikandung maksud oleh Beliau sebagai penghormatan dan ungkapan perasaan gembira menyambut milad Rasulullah SAW,” terangnya.

Dalam suatu riwayat dari Rosulullah SAW. Pada malam Beliau Annabiyul A'dlam SAW., di isro'kan kehadirat Allah SWT. Allah SWT berfirman kepada Beliau: Bumi kepunyaan siapa wahai Muhammad?.......Jawab Beliau: “Milik paduka ya Robby”. Langit kepunyaan siapa wahai Muhammad?........Jawab Beliau: “Milik paduka ya Robby”. Keterdindingan-keterbatasan dan ketidakmampuan segenap makhluk (al-hujub) kepunyaan dan kekuasaan siapa wahai Muhammad?.........Jawab beliau: “Milik paduka ya Robby”. Al kursy kepunyaan siapa wahai Muhammad?.........Jawab beliau: “Milik paduka ya Robby”, Sedangkan engkau sendiri kepunyaan siapa wahai Muhammad?......Seketika bersujudlah Rasulullah SAW. Menimpahkan rasa malu yang sangat ternampak keagungan Allah SWT. Yang maha tinggi, maha mulia , maha agung, tidak mampu dan kuasa untuk mengeluarkan dan menyampaikan sepatah katapun, maka menjawab sendirilah Allah SWT. “ Engkau milik orang yang mau membaca sholawat atasmu wahai Muhammad!!” Maka makin bertambah dan meningkat dia dalam kemuliaan dan keagungan disisi-Ku
Live Stream (bisa diakses Minggu 13 Februari 2011 jam 07.00 - 12.00 WIB)

Rabu, 04 Januari 2012

Pengantar Psikologi Perkembangan


Pengantar Psikologi Perkembangan

A.   Apa itu perkembangan manusia (Human Development)?
Human Development adalah :
§  Sebuah studi ilmiah yang mempelajari proses bagaimana individu mengalamai perubahan sekaligus melihat bagaimana individu tidak berubah.
§  Sebuah bidang studi yang bersifat interdisipliner yang ditujukan untuk memahami semua perubahan yang dialami oleh manusia selama rentang masa kehidupannya. (Berk, 1994)
§  Sebuah studi ilmiah, terkait dengan perubahan-perubahan  yang disebabkan oleh pertambahan usia, yang mana perubahan tersebut terjadi pada aspek perilaku, pola pikir, emosi, dan kepribadian. (Boyd & Bee, 2006)
§  Jadi, Human Development adalah sebuah study ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin keilmuan yang mengungkap bagaimana proses perubahan yang terjadi pada manusia, yang disebabkan oleh perubahan atau pertambahan usia yang terjadi sepanjang rentang kehidupannya, di mana perubahan tersebut mencakup aspek perilaku, pola pikir, emosi, dan kepribadian.

·         Notes :
Ø  Interdisipliner artinya bahwa pembahasan tentang human development melibatkan semua bidang yang mempelajari tentang manusia.
Ø  Studi Ilmiah adalah sebuah studi yang telah teruji, mengikuti tahap-tahap ilmiah, dan dapat dipertanggung jawabkan harilnya.
Ø  Perkembangan selalu dikaitkan dengan perubahan yang terkait dengan perubahan usia.
Ø  Sebuah perilaku yang sama akan memiliki makna yang berbeda ketika terjadi pada usia yang berbeda.
v  Ex: ngompol akan memiliki makna yang berbeda jika terjadi pada seorang bayi dan  pada siswa SMA.

B.   Apa itu psikologi perkembangan (Developmental Psychology)?
§  Satu cabang dari psikologi yang ditujukan untuk memahami semua perubahan yang terkait dengan pertambahan usia yang dialami oleh manusia sepanjang rentang kehidupannya.
Ø  Dikatakan "Cabang dari ilmu psikologi", karena psikologi memiliki berbagai cabang lain yang mempelajari tentang manusia
§  Satu bidang dari psikologi yang fokus pada perkembangan sepanjang rentang kehidupan.
Ø  Development (Perkembangan) adalah perubahan di dalam perilaku yang berhubungan dengan pertambahan usia, dan perubahan yang terjadi kurang lebih dapat diprediksi
§  Ex: Seorang anak yang sejak kecil diperlakukan sebagai "mama's boy", maka dapat diprediksi ketika telah menikah akan memperlakukan istrinya sebagai pengganti sang "mama".
§  Sebagai satu bidang kajian mengenai perbedaan antar individu (inter-individual differences) dan perubahan di dalam diri individu (intra individual change) yang terkait dengan usia dan terjadi sepanjang rentang kehidupan, yaitu perubahan di dalam :
1.    Proses berpikir dan kognitif (Piaget).
2.    Moral (Kohlberg dan Gilligan)
3.    Self dan identity ( Erikson dan Marcia)

·         Notes :
Ø  Dalam mempelajari perubahan dalam psikologi perkembangan, akan sangat menekankan pada perbedaan antar individu (Inter-Individual Diffrences).
Ø  Topik psikologi perkembangan terfokus pada perubahan sepanjang masa (Life Span), karena mempelajari perkembangan berarti mempelajari perubahan yang terkait dengan pertambahan usia, sehingga tidak cukup hanya membahas satu masa di dalam perkembangan, karena di dalam rentang waktu sepanjang kehidupan tersebut terdapat usia yang berbeda-beda, dan pada setiap usia terjadi perubahan yang berbeda-beda pula.
Ø  Intra-Individual change misalnya adalah perubahan umur mental
Ø  Kegunaan mempelajari psikologi adalah agar dapat memprediksi perubahan perilaku yang berhubungan dengan perubahan usia.
Ø  Perbedaan antara Human Development dan Developmental Psychology adalah terletak pada jangkauan pembahasan dan sudut pandang dalam mempelajari perkembangan manusia.
·         Human Development mempelajari perkembangan manusia secara keseluruhan, dari beragam sudut pandang dan dengan jangkauan pembahasan yang sangat luas, karena melibatkan beragam ilmu yang interdisipliner, sedangkan,
·         Developmental Psychology mempelajari perkembangan manusia dengan jangkauan yang lebih kecil, karena membicarakan perkembangan tersebut dari sudut pandang psikologi.

C.   Kenapa mempelajari psikologi perkembangan (Developmental Psychology)?
Mempelajari psikologi perkembangan karena:
§  Akan membimbing dan mengasuh anak-anak atau secara lebih luas ada keinginan untuk membantu mengoptimalkan proses perkembangan yang akan dialami oleh generasi selanjutnya.
Ø  Pengetahuan tentang psikologi perkembangan akan membanru para orang tua dan guru dalam menghadapi tantangan saat membesarkan dan mendidik anak-anak/siswa.
Ø  Kita mempelajari psikologi perkembangan agar dapat merespon tantangan dengan cara-cara yang tepat dalam mendidik dan mengasuh anak.
§  Supaya bisa mengetahui dan memahami kondisi alamiah dan sifat-sifat dasar manusia.
Ø  Penelitian di dalam psikologi perkembangan memberikan wawasan dan pengetahuan penting tentang beberapa pertanyaan yang paling menarik mengenai kondisi alamiah manusia, seperti konsep tentang innate (bawaan) dan ada hubungan antara pengalaman pada masa-masa awal kehidupan seseorang dengan usia setelahnya.
§  Terkait dengan pengambilan kebijakan yang terkait dengan kesejahteraan anak.
§  Pengetahuan tentang perkembangan anak memberikan informasi atau acuan bagi pemerhati anak saat harus membuat peraturan atau kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan anak.

D.   Apa itu teori?
Teori adalah pernyataan-pernyataan tentang sebuah konsep yang tersusun secara integrative yang berfungsi sebagai acuan saat harus menyebutkan/mendeskripsikan, saat membuat prediksi dan saat  menjelaskan sebuah fenomena atau sebuah perilaku yang muncul.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi dari teori adalah untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi.
§  Ex: Teori kelekatan antara bayi dengan orang dewasa.
Ø  Describes :
o   Mendeskripsikan perilaku-perilaku apa yang muncul sebagai tanda seorang seorang bayi berumur 6 bulan merasa nyaman dan aman.
o   Menyebutkan tanda-tanda seorang remaja yang memiliki kematangan secara fisik
Ø  Explains :
o   Menjelaskan kenapa bayi umur 6 bulan akan mendekati figure tertentu saat ingin mendapatkan rasa aman
o   Menjelaskan mengapa anak suka dengan guru yang ramah dan jarang marah.

Ø  Predicts :
o   Memprediksikan apa yang mungkin akan terjadi jika bayi tidak memiliki figure yang bisa memberikan rasa aman.
o   Memprediksikan prestasi akademik anak pada bidang studi yang diampu oleh guru yang galak dan judes.

E. Kenapa kita membutuhkan teori?
§  Teori bisa berfungsi sebagai kerangka berpikir.
Ø  Teori akan menjadi acuan dan memberikan arti tentang segala sesuatu yang kita lihat.
Ø  Memberikan arah yang tepat dalam suatu usaha penelitian.

§  Teori memberi dasar dan alasan ketika melakukan intervensi dan tindakan nyata
Ø  Membantu kita dalam memahami perkembangan
.
§  Mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlakuan yang lebih baik dalam hubungan anak kecil dan orang-orang yang lebih dewasa disekitarnya.

E.   Darimana datangnya teori dan bagaimana teori dikembangkan?


Rounded Rectangle: Common sense
Opinion
Belief
Rounded Rectangle: Systematic
Research
Rounded Rectangle: Theory
Right Arrow:
 






Dari gambar dapat dilihat bahwa teori terbentuk melalui 3 tahapan yaitu :
§  Pandangan-pandangan yang belum dibuktikan (Common sense), Pendapat-pendapat (Opinion), Keyakinan (belief). Ketiga hal inilah yang merupakan awal mula dari terbentuknya suatu teori, sehingga ketika akan membangun sebuah teori, mula-mula kita harus terlebih dahulu mempelajari awal mula dari terciptanya sebuah teori atau dengan kata lain perspektif sejarah (Historical Perspective) dari suatu teori.
§  Penelitian yang sistematis (Systematic Research). Karena Common sense, Opinion, dan Belief tersebut adalah fenomena yang terjadi di masyarakat dan perlu diklarifikasi kebenaran dan keakuratannya, dengan cara dilakukan penelitian secara ilmiah sehingga kita harus memahami juga mengenai metode penelitian (Research Methodology).
§  Setelah dilakukan penelitian yang berkali-kali, maka akan diapatkan hasil tertentu. Dari data hasil penelitian inilah kita bisa mengambil kesimpulan apakah  fenomena yang ada di masyarakat ini bisa terbangun sebuah teori atau tidak. (Constructing Theory).
Ø  Sebuah teori pun kemudian akan terus-menerus diuji hingga menghasilkan Grand Theory.

F.    Teori apa yang akan kita perdalam dalam mempelajari psikologi perkembangan?
Teori yang akan diperdalam dalam mempelajari psikologi perkembangan adalah
§  Perspektif Psikoanalisis :
Ø  Teori perkembangan Psikoseksual Freud.
Ø  Teori perkembangan Psikoseksual Erikson.
§  Perspektif behaviorisme dan teori belajar sosial :
Ø  Behaviorime tradisional.
Ø  Teori belajar sosial.
§  Teori perkembangan kognitif Piaget.
§  Pengolahan informasi (Information Processing).
§  Ethology : Lorenz & Bowlby
§  Teori sistem ekologi Bronfenbrenner.
§  Teori Socio-cultural Vygotsky.

Kamis, 13 Oktober 2011

Bukti-Bukti Adanya Tuhan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam Agama islam kita semua mengetahu bahwa rukun iman ada enam yakni iman kepada Allah, iman kepada malaikat- malaikat Allah, iman kepada kitab- kitab Allah, iman kepada rosul- rosul Allah, iman kepada hari akhir dan iman kepada qodho’ dan qodhar Allah. Al-ilah berasal dari bahasa arab yang berarti Tuhan dalam bahasa Indonesia dan God dalam bahasa inggris.
Pada dasarnya fitrah manusia telah mengakui tentang adanya Tuhan, walaupun ia sendiri telah menyatakan diri sebagai seorang atheis atau komunis. Seorang atheis dan komunis mengatakan tidak ada Tuhan yang berarti, dibalik ucapanya itu ia mengatakan ada Tuhan tetapi dalam ketiadaanya. Ketika pecah perang dunia kedua ada suatu ungkapan yang popular bahwa didalam lubang- lubang perlindungan tidak ada penganut atheism. Ungkapan ini berarti bahwa jika manusia terjebak dalam situasi yang membahayakan jiwanya, tentu ia kmengakui adanya Tuhan (Kattsoff,1989:443)1)
Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sebagai seorang manusia sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu benar- benar ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. Namun sering kita bertanya benarkah Tuhan itu ada? Padahal kita tidak pernah sama sekali melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah sama sekali bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang- orang belaka.
Munculnya berbagai pertanyaan tentang Tuhan merupakan pencerminan kebutuhan manusia kepada Tuhan, kelemahan manusia dalam mengatasi persoalanya sendiri, dan juga ketidakmampuan manusia dalam mempersepsi dirinya sendiri. Untuk itu dalam makalah ini penulis mencoba menjelaskan tentang pengertian Tuhan dan bukti- bukti adanya Tuhan.

  1. RUMUSAN MASALAH
Untuk memudahkan pembahasannya maka akan dibahas sub masalah sesuai dengan latar belakang diatas yakni sebagai berikut :
  1. Apa pengertian Tuhan?
  2. Apa bukti- bukti adanya Tuhan?

  1. TUJUAN
Makalah ini bertujuan untuk :
  1. Meningkatkan keimanan terhadap Tuhan
  2. Mengetahui pengertian Tuhan
  3. Memahami tentang bukti- bukti adanya Tuhan

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN TUHAN
Tentu definisi Tuhan yang paling tepat ialah yang kita diambil dari pemahaman akan pengertian Tuhan menurut apa yang telah dijabarkan di dalam al-Qur'an. Untuk itu, perlu kita sadari dua kenyataan terpenting, yang pasti akan kita peroleh apabila kita kaji dengan sungguh-sungguh kandungan al-Qur'an.
Yang pertama ialah di dalam al-Qur'an kita tidak pernah menemukan suatu ayat pun yang membicarakan atheist atau atheisme. Suatu hal yang kiranya sangat penting kita fikirkan mengingat kenyataan di zaman modern ini jutaan manusia telah menyatakan diri mereka sebagai "atheist" atau "orang yang tidak bertuhan". Setiap orang yang berideologi komunis mengaku, bahwa mereka tidak bertuhan (atheist).
Kenyataan kedua ialah, perkataan "Ilah", yang selalu diterjemahkan "Tuhan". Di dalam al-Qur'an dipakai untuk menyatakan berbagai objek, yang dibesarkan atau dipentingkan manusia. Misalnya, di dalam ayat Q. 45:23 dan Q.25:43.
"Tidakkah kamu perhatikan betapa manusia meng-ilahkan keinginan-keinginan pribadi mereka .?"
Dalam ayat Q. 28:38, perkataan "ilah" dipakai olch Fir'aun untuk dirinya sendiri: "Dan Fir'aun berkata: 'Wahai para pembesar, aku tidak menyangka, bahwa kalian masih punya ilah selain diriku'."
Dari contoh ayat-ayat tersebut di atas, ternyata perkataan "ilah" bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi)
maupun benda nyata (Fir'aun atau raja, atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Dari dua kenyataan di atas dapatlah diambil kesimpulan sebagai berikut: Tidak adanya perkataan atheist dan atheisme di dalam al-Qur'an membuktikan, bahwa tidak mungkin manusia itu tidak bertuhan.1)
Untuk dapat mengerti dengan tuntas akan masalah ini dapatlah kita buat definisi "Tuhan" atau "Ilah" yang tepat, berdasarkan logika al-Qur'an sebagai berikut:
Secara ethimologi Al Ilah terdiri dari A (alif), L (lam) dan H (ha) yang dalam kamus bahasa arab berasal dari kata Aliha – Yaklahu – Ilaha – Tan. Urainnya dapat dijabarkan sebagai berikut :
Alahtu kepada A : aku berlindung kepada A
Seorang laki- laki Aliha – Yaklahu : seorang laki- laki melindungi orang lain yang terkejut oleh suatu bencana
Alaha bayi yang sedang diceraikan ibunya : bila ia rindu ia hendak kembali pada ibunya “Alaha – Ilahatan dan Aluhatan artinya menyembah”
Ilahun : dapat berarti (Al Mahbub) sesuatu yang dicintai, Al- Marhub (sesuatu yang disenangi) dan (Al-Matbu) sesuatu yang diikuti dengan ketundukan)

Dari uaraian diatas maka ada dua kelompok yaitu yang butuh dan yang dibutuhkan. Kelompok pertama terdiri dari: aku, orang lain, bayi, penyembah dan pencinta. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari A, seorang laki- laki, ibu, sesuatu yang disembah dan sesuatu yang dicintai. Kelompok pertama beranggapan bahwa kelompok kedua memiliki kemampuan lebih dari pada dirinya sehingga kelompok pertama membutuhkan kelompok kedua.
Hal inilah yang selanjutnya menyebabkan kata Alaha- Yaklahu- Ilahatan dipakai dalam arti ibadah atau menghambakan diri. Kata Ilah berarti sesuatu yang disembah atau tempat penghambaan diri. 1)
secara ethimologi Al Ilah memiliki pengertianyang begitu luas maka untuk mempertegas dibutuhkan pengertian Al Ilah secara terminology :
Al-Ilah ialah sesuatu yang dipentungkan dan kepentinganya itu melebihi kepentingan terhadap hal-hal lain atau sesuatu yang mendominasi diri sehingga sesuatu itu dipuja, dijunjung tinggi, dan diberi kedudukan yang tinggi dari yang lain 2)
Al-ilah ialah yang dipuja dengan penuh kecintaan hati; tunduk kepadanya, merendahkan diri di hadapannya, takut dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdo'a dan bertawakkal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya.3)
Maka dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa Tuhan atau dalam bahasa arah disebut Al Ilah adalah sesuatu yang dipuja dengan penuh kecintaan dan merendahkan diri, tempat memohon pertolongan dan bertawakkal serta sesuatu yang dipentingkan melebihi kepentingan hal- hal lain yang menimbulkan ketenangan disaat kita mengingatnya.
Berdasarkan definisi ini dapatlah difahami, bahwa tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan oleh manusia. Yang pasti ialah manusia tidak mungkin atheist, tidak mungkin tidak bertuhan. Berdasarkan logika al-Qur'an bagi setiap manusia mesti ada sesuatu yang dipcrtuhankannya. Dengan demikian, maka orang-orang komunis itu pun pada hakikatnya bertuhan juga. Adapun tuhan mereka ialah ideology atau angan-angan (Utopia) mereka, yaitu terciptanya "masyarakat komunis, di mana setiap orang boleh bekerja menurut kemampuan masing-masing dan mendapatkan penghasilan sesuai dengan kebutuhan masing-masing",

B.     BUKTI- BUKTI ADANYA TUHAN
Mari kita simak cerita ini terlebih dahulu. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: `Benarkah Tuhan itu ada` dan `Jika ada, di manakah Tuhan itu?`
Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.
`Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.` Begitu orang alim itu berkata.
Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, `Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!` Orang banyak pun tertawa riuh.
Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, `Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?`
Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.
`Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,` kata si Atheist. `Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?` Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.
Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.
`Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.` Begitu si Atheist mengaduh.
Si Alim bertanya, `Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?`
`Ini sakitnya di sini,` si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.
`Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?` Si Alim bertanya ke orang banyak.
Orang banyak berkata, `Tidak!`
`Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.` Demikian si Alim berkata.
Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?
Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?
Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta! 1)
Segala sesuatu yang ada dialam ini seperti matahari, bulan, bintang, manusia, tumbuhan dan lain sebagainya itu selalu berubah- ubah dari tidak ada menjadi ada atau sebaliknya dari ada menjadi tidak ada.
1)        http://syiarislam.wordpress.com/2007/09/13/bukti-tuhan-itu-ada/
Juga semua yang berubah- ubah dari suatu keadaan menjadi keadaan yang lain sifatnya tentu ada sebab atau ada yang mengubah. Berarti ada yang mengadakan dan ada yang menjadikan. Tuhan itulah yang menjadikan alam sekalian ini dan yang menjadikan pula tabiat atau khasiat tiap- tiap yang ada dialam ini. Apabila dikatakan semua itu terjadi dengan sendirinya tentu akal tidak akan dapat menerima yakni mustahil namanya.
Apabila kita melihat kursi, meja, pesawat, kapal, kereta api dan apapun yang kita lihat sehari- hari pasti kita mempercayai barang- barang itu ada yang membuatnya, meskipun kita tidak melihat sendiri orang yang membuatnya dan meskipun seandainya kita juga tidak tahu bagaimana cara membuatnya1)
Jika benda-benda yang sederhana seperti diatas ataupun sebatang korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks. Coba kita perhatikan urain dibawah ini.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 `Cluster`. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk `Jagad Raya` (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya. 2)
Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.
Dalam Al Qur`an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
`Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.` [Al Furqoon:61]
Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
Maka dari sinilah kita menyakini dan membenarkan bahwa Tuhan itu benar- benar ada. Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini begitu juga Tuhanlah yang mengatur semuanya sehingga jagad raya ini bisa berjalan sesuai dengan aturanya, benda- benda langit yang beredar sesuai dengan orbitnya tanpa harus bertabrakan.
  
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Dari makalah dapat di ambil kesimpulan bahwa Tuhan yang dalam bahasa arab disebuh Al Ilah sesuatu yang dipuja dengan penuh kecintaan dan merendahkan diri, tempat memohon pertolongan dan bertawakkal serta sesuatu yang dipentingkan melebihi kepentingan hal- hal lain yang menimbulkan ketenangan disaat kita mengingatnya.

 Tuhan bisa kita buktikan adanya melalui ciptan- ciptaan-Nya dikarenakan panca indera kita tidak sanggup untuk menyaksikan adanya Tuhan. Adanya ala mini adalah bukti akan adanya Tuhan. Jika kursi atau meja yang sederhana saja kita percaya bahwa semua itu tidak ada dengan sendirinya namun ada yang membuat meski kita tidak menyaksikan siapa yang membuat, maka alam semesta yang amat rumit dan kompleks ini dibandingkan dengan sebuah kursi tentu alam semesta ini juga ada yang menciptkan. Dan yang menciptakan adalah Tuhan  yang dalam bahasa arab kita sebut Al Ilah dan bahasa inggris disebut God.
  
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Mufid, Suyoto, Tobroni, Nurhakim, Fathur Rahman, Al-Islam 1, LSI Kemuhammadiyahan UMM, Malang, 1996. Hal. 81

Dr. Yusuf Qardawi: "Tauhid dan Fenomena Kemusyrikan, (Haqiqat Al-Tauhid) terjemahan H. Abd. Rahim Haris, Pustaka Darul Hikmah, Bima, hal. 26 - 27).

Zarkasyi, Imam, Usuludin. Trimurti, Ponorogo. 1994. Hal.24

Sumber lain :
file:///E:/kul/ilmu%20kalam/Tuhan.html